Standard

GAMBARManusia sebagai makhluk tidak bisa hidup sendiri, manusia akan tetap membutuhkan orang lain untuk melakukan suatu kegiatan sehari-hari. Manusia juga akan selalu berinteraksi dengan orang lain karena manusia memiliki kehidupan pribadi dan kehidupan kelompok. Orang yang memiliki kecerdasan sosial adalah orang yang mampu membaca dan memahami isi hati orang lain.

Beberapa pengertian-pengertian kecerdasan sosial menurut para ahli :
1. Buzan
Menurut Buzan, kecerdasan sosial adalah ukuran kemampuan seseorang dalam bergaul dimasyarakat serta interaksi di lingkungan sekitarnya. Contohnya adalah seseorang yang banyak ikut berorganisasi dan memiliki banyak relasi adalah orang-orang yang memiliki kecerdasan social yang tinggi.
2. Suean Robinson Ambron (1981)
Suean Robinson Ambron (1981) mengartikan kecerdasan social adalah proses pembelajaran yang mengarahkan seseorang ke arah pengembangan kepribadian social yang baik sehingga dapat menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab serta berguna untuk lingkungannya.
3. Stephen Jay Could, On Intelligence, Monash University: 1994
kecerdasan sosial kemampuan memahami hubungan dengan manusia lain yang mengangkat fungsi jiwa sebagai perangkat internal diri .

4. Amstrong,1994
Menurut Amstrong,1994, Komponen penting membangun kecerdasan sosial (social intelegence) adalah komunikasi dan pendidikan. Kecerdasan sosial adalah kematangan kesadaran pikiran dan budi pekerti untuk berperan secara sosial dalam kelompok atau masyarakat.
5. Pakar psikologi pendidikan Gadner (1983)
Kompetensi sosial itu sebagai social intellegence atau kecerdasan sosial. Kecerdasan sosial merupakan salah satu dari sembilan kecerdasan (logika, bahasa, musik, raga, ruang, pribadi, alam, dan kuliner) yang berhasil diidentifikasi oleh Gadner.
6. Edward Thorndike
Kecerdasan sosial adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola pria dan wanita, anak laki-laki dan perempuan, untuk bertindak bijaksana dalam hubungan manusia. Hal ini setara dengan kecerdasan interpersonal, salah satu jenis kecerdasan yang diidentifikasi dalam Howard Gardner ‘s Teori kecerdasan ganda , dan erat terkait dengan teori pikiran .

Dari beberapa pengertian di atas, dapat dipahami bahwa kecerdasan sosial sangatlah penting dalam menunjang kehidupan bermasyarakat, sukses tidak identik dengan kemampuan IQ, karena sesungguhnya kecerdasan social lah yang sangat berperan besar dalam kehidupan. Banyak orang yang IQ nya diatas rata-rata mampu menggapai kesuksesan dengan meningkatkan kemampuan social intelligence ini. karena untuk mencapai kesuksesan modal utamanya adalah kecakapan dan kecerdasan dalam berinteraksi social yang bertujuan untuk memperbanyak relasi.

Komponen dan Indikator Social Intelligence
a. SI (Social Intelligence) internal
– Menjalin hubungan yang baik dengan orang lain
– Mengorbankan kepentingan diri demi orang lain
– Keinginan untuk bersosial dari dalam diri

b. SI (Social Intelligence) eksternal
– Adanya pengaruh untuk bersosialisasi
– Menyelesaikan permasalahan dalam berinteraksi Sosial
– Bersosial karena adanya faktor yang lain (supaya mendapat sanjungan dan pujian dari orang lain)

Model Social Intelligence Menurut Para Ahli
2164.jpgPada tahun 2005, Karl Albrecht mengusulkan sebuah model social intelligence yang terdiri dari lima poin dalam bukunya Social Intelligence: Ilmu Baru Sukses, yaitu “SPACE”
1) Situational awareness (kesadaran Situasional)

Makna dari kesadaran ini adalah sebuah kehendak untuk bisa memahami dan peka akan kebutuhan serta hak orang lain.
2) Presence (Kehadiran)

Bagaimana etika penampilan, tutur kata dan sapa yang Anda bentangkan, gerak tubuh ketika bicara dan mendengarkan adalah sejumlah aspek yang tercakup dalam elemen ini. Setiap orang pasti akan meninggalkan impresi yang berlainan tentang mutu presense yang dihadirkannya. Anda mungkin bisa mengingat siapa rekan atau atasan Anda yang memiliki kualitas presense yang baik dan mana yang buruk.

3) Authenticity (Keaslian)

sinyal dari perilaku kita yang akan membuat orang lain menilai kita sebagai orang yang layak dipercaya (trusted), jujur, terbuka, dan mampu menghadirkan sejumput ketulusan. Elemen ini amat penting sebab hanya dengan aspek inilah kita bisa membentangkan berjejak relasi yang mulia nan bermartabat.
4) Clarity (Kejelasan)

Aspek ini menjelaskan sejauh mana kita dibekali kemampuan untuk menyampaikan gagasan dan ide kita secara renyah nan persuasif sehingga orang lain bisa menerimanya dengan tangan terbuka. Acap kita memiliki gagasan yang baik, namun gagal mengkomunikasikannya secara cantik sehingga atasan atau rekan kerja kita tidak berhasil diyakinkan. Kecerdasan sosial yang produktif barangkali memang hanya akan bisa dibangun dengan indah manakala kita mampu mengartikulasikan segenap pemikiran kita dengan penuh kejernihan dan kebeningan.
5) Empathy (Empati)

Aspek ini merujuk pada sejauh mana kita bisa berempati pada pandangan dan gagasan orang lain. Dan juga sejauh mana kita memiliki ketrampilan untuk bisa mendengarkan dan memahami maksud pemikiran orang lain. Kita barangkali akan bisa merajut sebuah jalinan relasi yang guyub dan meaningful kalau saja kita semua selalu dibekali dengan rasa empati yang kuat  terhadap sesama rekan.

Penulis sains populer Daniel Goleman mengusulkan bahwa kecerdasan sosial terdiri dari:
1. kesadaran sosial (termasuk empati dan kognisi sosial )
2. fasilitas sosial (termasuk sinkroni, presentasi-diri , pengaruh , dan kepedulian)

aspek yang berkaitan dengan kecerdasan sosial, yaitu:
1. Orang yang mampu memahami siapakah dirinya, berarti:
Dia mampu menampilkan pesona diri secara tepat.
Kemampuan mengelola energi dengan baik.
Pola kepribadian yang tepat dengan tuntutan pekerjaan.
Kemampuan mengatasi kekhawatiran, masalah, dan strees.
Antusias yang menyala-nyala.
Wawasan luas
2. Orang yang pintar menempatkan posisinya, luwes menempatkan diri, harmonis dan selaras dengan lingkungan, berarti:
Keterampilan antarmanusia yang baik.
Kemampuan adaptasi dan kedewasaan emosional.
Keterampilan berkomunikasi.

Ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk meningkatkan kecerdasan sosial, diantaranya:
-Tubuh harus dapat berbicara lebih banyak dari kata-kata
-Tubuh harus dibiasakan untuk berkomunikasi dengan orang lainnya baik orang-orang yang sudah kita kenal maupun orang-     orang yang baru kita temui.
– makna yang akan disampaikan tercermin dalam fisik
-Tanpa kata-kata tubuh dapat mengkomunikasikan perasaan yang sedang dialami seperti perasaan senang, sedih, cemas dan lainnya.
-Mendengarkan aktif, harus dilatih untuk banyak mendengar dari berbicara.

Kecerdasan intelektual memang sangat penting untuk terus dikembangkan, namun kecerdasan sosial juga tidak boleh diabaikan. Karena kecenderungan masyarakat modern, seringkali bersitegang dengan waktu karena adanya target atau bahkan ambisi disegala bidang, baik kebutuhan terhadap pemenuhan materi sekaligus gengsi yang semakin menguat akan membuat kehangatan hubungan sosial semakin berkurang.

Contoh kasus kecerdasan sosial :

Suatu hari saya bersama keluarga makan di restoran ber AC . Begitu masuk restoran jelas sekali terlihat tulisan “No smoking” di dinding restoran tersebut. Itu berarti disana tidak boleh ada pengunjung yang merokok di dalam restoran tersebut. Tetapi saat sedang makan, salah satu pengunjung dengan santainya merokok diruangan tersebut. Tentu saja itu mengganggu kenyamanan orang-orang yang sedang makan di tempat tersebut. Dengan perlakuannya yang seperti itu jelas sekali ia memiliki kecerdasan sosial yang rendah karena selain melanggar aturan yang sudah ada juga tidak adanya Situational awareness (kesadaran Situasional) yang merupakan salah satu ciri orang yang memiliki kecerdasan social yang tinggi .

DAFTAR PUSTAKA
http://rumahkemuning.com/2013/05/pengertian-kecerdasan-emosional-menurut-para-ahli-definisi-faktor/
http://bdksurabaya.kemenag.go.id/file/dokumen/2.KECERDASANSOSIAL.pdf
http://belajarpsikologi.com/pengertian-kecerdasan-interpersonal-menurut-para-ahli/

(dr. Rinaldi Nizar, sp. Ank, diakses dari http://www.infonarkoba.com

http://guraru.org/guru-berbagi/kecerdasan-sosial-di-sekolah-kita/